Prinsip Dasar Pelaksanaan Sistem OSS
Diposting oleh Admin pada Sel, 02/02/2021 16:03 WIB


 

 

 

 

 

 

 

Perizinan Berusaha

1.      Untuk melaksanakan kegiatan usaha sesuai bidang usahanya (KBLI), investor/pelaku usaha wajib memiliki atau menyelesaikan Izin Usaha sesuai bidang usahanya, seperti Izin Usaha Industri (IUI), Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP), dsb.

2.      Diberikan secara otomatis setelah memenuhi komitmen Perizinan Lingkungan dan Pemenuhan Standar Bangunan (bagi Izin Usaha sektor yang tidak memerlukan komitmen pemenuhan standar, misalnya Surat Izin Usaha Perdagangan/SIUP).

3.      Bagi Izin Usaha yang sektornya memerlukan komitmen pemenuhan standar, investor/pelaku usaha wajib berkomitmen untuk menyelesaikan pemenuhan standar dalam jangka waktu tertentu.

4.      Investor/pelaku usaha wajib mematuhi standar yang ditetapkan dalam Izin Usaha sesuai bidang usahanya (KBLI), seperti pemenuhan standar (terkait dengan Kesehatan, Keselamatan, dan Keamanan. Misalnya sektor Kesehatan : cara pembuatan obat yang baik/ CPOB.

5.      Pengawasan terhadap kepatuhan standar dilaksanakan oleh checker atau profesi (auditor).

6.      Investor/pelaku usaha yang tidak mematuhi standar sesuai komitmen yang ditetapkan dalam jangka waktu tertentu mendapatkan sanksi berupa teguran, pembekuan izin, atau pencabutan izin.

 

Prinsip Dasar Pelaksanaan Sistem OSS

Sistem OSS merupakan sistem yang mengintegrasikan seluruh pelayanan perizinan berusaha yang menjadi kewenangan Menteri/Pimpinan Lembaga, Gubernur, atau Bupati/Walikota yang dilakukan melalui elektronik.

Data-data yang harus dipersiapkan sebelum pembuatan akun OSS :

-          Akta Pendirian Perusahaan dan SK pengesahannya

-          NPWP perusahaan, data investasi, Data KBLI

-          Data pengurus perusahaan : KTP, NPWP, nomor telepon/HP, alamat email (direktur/perusahaan)

-          Data domisili perusahaan (*DKI harus sesuai RDTR)

-          Dara lokasi usaha atau proyek (apabila lokasi usaha berbeda dengan domisili perusahaan)

 

 

By : Vina R.D


Artikel ini sudah dibaca oleh : 82 pengunjung



Whistle Blower System