Sabar dan ikhlas merupakan dua sifat mulia yang saling beriringan, baik dalam melakukan segala sesuatu yang berkaitan dengan ibadah dan dalam segala cobaan atau kesusahan.
Sabar merupakan sikap seorang mukmin dalam mencegah dan menahan dirinya dari perbuatan yang menuruti hawa nafsunya dan meninggalkan perbuatan yang dilarang Allah SWT. Sedangkan ikhlas ialah mengerjakan setiap ibadah atau amal kebajikan hanya karena Allah Ta’ala dan hanya mengharapkan ridha-Nya.
Berikut ini ada beberapa hadits yang berkaitan dengan sabar dan ikhlas.
“Sabar itu ada tiga yaitu sabar dalam musibah, sabar dalam taat, dan sabar dalam menjauhi maksiat. Barangsiapa bersabar dalam musibah sehingga dikembalikannya dalam keadaan baik atas apa yang menimpa dirinya (ia ridho atas bala’ yang diberikan-Nya), maka Allah akan menulis baginya 300 derajat yang tiap-tiap derajat jaraknya antara langit dengan bumi. Dan barangsiapa bersabar dalam melaksanakan taat, maka Allah akan menuliskannya 600 derajat, tiap dua derajat jaraknya antara langit dunia dengan Sidratul Muntaha. Dan barangsiapa yang bersabar dalam menjauhi maksiat, maka Allah tulis baginya 900 derajat yang jarak dua derajatnya seperti ‘Arasy dua kali“. (HR. Abu Dunya dan Abu Syaikh).
“Sesungguhnya Allah tidak melihat bentuk tubuhmu dan tidak pula menilai kebagusan wajahmu, tetapi Allah lebih melihat pada keikhlasan hatimu”. (HR. Muslim).
“Barangsiapa yang sabar akan disabarkan Allah, dan tidak ada pemberian Allah yang paling luas dan lebih baik daripada kesabaran“. (HR. Bukhari, Muslim, Ahmad, at-Tirmidzi, Nasa’i, Abu Dawud, Malik dan Ad-Darimi).
“Sesungguhnya engkau semua akan menemui sesudahku nanti suatu cara mementingkan diri sendiri, sedang orang lain lebih berhak untuk memperolehnya, maka dari itu bersabarlah, sehingga engkau semua menemui aku di telaga pada hari kiamat“. (Muttafaq ‘alaih).
“Sesungguhnya amal tergantung pada niat. Dan sesungguhnya setiap orang akan diberi balasan menurut niatnya. Dan barangsiapa yang berhijrah karena taat kepada Allah dan Rasul-Nya, maka dia akan diberi balasan hijrahnya karena taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan barangsiapa yang berhijrah karena menginginkan keuntungan dunia yang akan didapatnya atau karena menginginkan wanita yang akan dinikahinya, maka hijrahnya itu akan diberi balasan menurut niatnya. (HR. Bukhari dan Muslim).
Dari Ibnu al-Mubarak rahimahullah mengatakan, “Betapa banyak amal kecil menjadi besar karena niat. Dan betapa banyak pula amal besar menjadi kecil gara-gara niat“.
Itulah beberapa Hadits Tentang Sabar Dan Ikhlas Beserta Arabnya semoga dapat memberikan manfaat bagi kita semua.
(Sumber : By muslimah, https://www.catatanmoeslimah.com)
Arsip Hikmah Baihaqi