CIRI-CIRI ORANG BERTAQWA”
Adalah suatu kelaziman manakala terjadi pergantian tahun, apapun profesinya selalu melakukan konsolodasi dan kalkulasi atas semua hasil kerja yang telah dilakukan selama setahun dan apa target yang harus dicapai pada tahun yang akan datang. Namun jangan lupa kita pun harus menghitung-hitung dan meng evaluasi diri terhadap amal ibadah yang telah dilakukan sebagai rasa syukur kita kepada Allah SWT, jangan sampai kita menjadi orang yang kufur nikmat.
Melalui Umar Bin Khattab Rasulullah berwasiat” Hasiibuu Anfusakum qabla An Tuhaasabuu” artinya “ Hitung-hitunglah dirimu sebelum kalian dihitung oleh Allah di yaumil hisab”. Dalam hal ini apakah yang harus kita hitung? Nikmat Allah ataukah Amal Ibadah yang kita lakukan ? Sebab jika kita menghitung terhadap nikmat Allah yang telah diberikan kepada kita tidak mungkin akan mampu untuk menghitungnya.
Firman Allah S.W.T.
“ Kalau kalian hitung-hitung nikmat Allah itu pasti tidak akan sanggup kalian menghitung-hitungnya” ( QS. Ibrahim ayat 34 ).
“ Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan” (QS. Arrahman, 33 kali Allah ta’ala bertanya).
Dengan demikian sebagai orang yang beriman patutlah kiranya kita bersyukur atas semua nikmat dan karuniaNYA yang telah diberikan kepada kita semua. Rasa syukur itu harus di maknai dengan berbagai kegiatan yang baik dan berjuang dijalan Allah S.W.T.
Waktunya kita untuk merenung sudah setingkat manakah ketaqwaan kita kepada Allah S.W.T, sudah seimbangkah amal dan ibadah kita jika dibandingkan dengan nikmat yang telah kita terima ? Sungguh tidak mungkin dan tidak akan mungkin kita mampu untuk melakukannya.
Pernahkan kita bersyukur atas pemberian oksigen dari Allah yang setiap detik kita hirup ?, pernahkan kita bersyukur atas penglihatan yang telah diberikan olah Allah sejak kita masih kecil?, pernahkan kita bersyukur atas pendengaran yang telah diberikan oleh Allah sejak kita lahir ? Dan masih sangat banyak nikmat yang telah diberikan Allah bahkan kita tidak akan sanggup untuk menghitungnya. Hanya orang-orang yang bertaqwalah yang mampu dan mempunyai rasa syukur atas semua nikmat dan karunia yang telah diterimanya.
“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih”. (Ibrahim: 7)
Lantas siapakah orang yang bertaqwa tersebut ?
Ciri- ciri orang yang bertaqwa kepada Allah S.W.T adalah bersyukur atas semua nikmat yang telah diberikan, kemudian yang menafkahkan hartanya dijalan Allah dalam keadaan lapang dan sempit, selalu bertaubat pada setiap kali berbuat salah, sanggup menahan amarah, memaafkan orang yang berbuat buruk terhadap dirinya dan selalu mengajak ke jalan yang di ridhoi oleh Allah S.W.T
Akhirnya marilah kita selalu melakukan “Muhasabah”melakukan kalkulasi diri atas semua perbuatan dan amaliah, kemudian “Mujahadah” selalu berjuang dijalan Allah guna mencapai tingkatan “ Muraqobah” selalu mendekatkan diri kepada Allah S.W.T, “ Istiqomah” dapat menjalankan ibadah dengan sebaik-baiknya secara konsisten.
Arsip Hikmah Baihaqi