HAKIKAT SABAR DAN TAWAKAL
Diposting oleh Admin pada Kam, 23/05/2019 13:03 WIB


Sabar merupakan bagian dari Tawakal. Sabar merupakan amalan yang sangat istimewa karena pahala sabar sangat besar dan tak terhingga nilainya. Para ulama membagi sabar menjadi tiga tingkatan, yaitu :

1.                  Sabar dalam ketaatan kepada Allah.

2.                  Sabar meninggalkan maksiat.

3.                  Sabar ketika menghadapi musibah.

 

Sabar yang paling tinggi kedudukannya adalah sabar dalam ketaatan kepada Allah. Sedangkan sabar yang paling rendah level atau kedudukannya adalah sabar ketika menghadapi musibah.

 

Orang yang bersabar dalam ketaatan kepada Allah ganjaran pahalanya sangat besar karena orang tersebut melalui jalan yang panjang untuk menunggu mendapatkan pahala sabar tersebut.

 

Tingkatan sabar yang kedua adalah sabar ketika meninggalkan maksiat. Untuk tingkatan ini orang bersabar meninggalkan maksiat ketika pintu maksiat itu terbuka dan ia tinggalkan karena takut kepada Allah SWT.

 

Sabar ketika menghadapi musibah merupakan sabar yang tingkatannya paling rendah di sisi Allah. Dengan banyaknya ujian dan musibah yang berikan Allah kepada seseorang maka apabila orang tersebut bersabar dalam menghadapi ujian dan musibah itu Allah akan memberikan ganjaran pahala, menjadikan orang tersebut kuat, menghapus dosa-dosa orang tersebut di masa lampau serta meninggikan derajatnya di sisi Allah. Ada beberapa respon manusia ketika diberi musibah oleh Allah SWT, yaitu : marah dan tidak terima akan cobaan tersebut, berkeluh kesah, ridho, bersyukur serta bersabar dan tetap tawakal di jalan Allah. Rasa syukur muncul ketika ia yakin bahwa sesungguhnya semakin banyak ujian dan musibah yang ia terima maka semakin dekat kepada jalan kemudahan setelahnya. Dan ia yakin bahwa musibah yang banyak tersebut akan meninggikan derajatnya di sisi Allah, mendapatkan pahala sabar yang besar di akhirat serta menghapuskan dosa-dosanya di masa lampau sehingga ia menjadikan ujian dan musibah tersebut sebagai tanda sayang Allah kepadanya.

 

Demikianlah kajian taklim kali ini, semoga bermanfaat bagi kita semua.

 

 

(By : Ustadz H. Budi Aji Lc)