Mu’jizat yang diterima oleh Nabi Isa
Diposting oleh Admin pada Sel, 30/09/2014 08:34 WIB


Intisari pengajian bulanan Masjid Ar Rohmah ( 25 September 2014)
Oleh : Ustad H. Baihaki Muslim
Inti materi : Surat Al Maidah ayat 110 s/d 115 ( Tentang Hidangan )
Thema   : Mu’jijat yang diterima oleh Nabi Isa

Bermula  dari keluarga yang sangat taat beribadah namun setelah menikah sekian lama belum juga dikerunai seorang anak, suatu saat keluarga tersebut bernazar dan berucap “ Jika nanti mempunyai anak akan diberikan ke baitul maqdis untuk menjadi perawat masjid/ marbot. Dan dengan kekuasaan Allah Subhanawataalah diberikanlah keluarga tersebut ( Imran dan Hana ) seorang anak, akan tetapi ternyata ketika lahir anak tersebut seorang wanita yang kemudian diberi nama Maryam. Karena sudah nazar maka diberikanlah anak tersebut kepada pengurus Baitul Magdis. Kemudian Maryam tumbuh menjadi wanita dewasa yang sholehah.

Kelahiran Nabi Isa Alaihissalam
Di antara kekuasaan Allah adalah menciptakan Adam tanpa ayah dan ibu, menciptakan Hawa dari tulang rusuk Adam, serta menciptakan Isa tanpa ayah. Nabi Isa Alaihissalam adalah putra Maryam binti Imran yang dilahirkan tanpa ayah, karena Maryam hamil tanpa berhubungan dengan laki-laki.
Maryam adalah wanita salehah yang sehari-hari beribadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala di mihrabnya di Baitul maqdis. Suatu ketika ia didatangi malaikat yang memberitahukan bahwa ia mengandung atas seizin Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Maryam merasa sangat sedih dan cemas karena khawatir namanya akan tercemar. Menjelang kelahiran bayinya, ia segera meninggalkan daerah tempat tinggalnya. Di bawah sebatang pohon kurma, jauh dari tempat asalnya, Maryam melahirkan. Peristiwa aneh ini akhirnya diketahui juga oleh masyarakat luas. Mereka menuduh Maryam berbuat zina, namun keajaiban terjadi, bayi yang baru dilahirkan itu menyelamatkan ibunya dengan ucapan yang fasih bahwa ibunya tidak melakukan kesalahan dan semua ini terjadi semata-mata kehendak Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Bayi Maryam inilah yang kelak menjadi Nabi Isa Alaihissalam.

Mukjizat Nabi Isa Alaihissalam
Ketika baru dilahirkan untuk menjelaskan tuduhan terhadap ibunya yang mempunyai anak tanpa suami, atas kehendak Allah Nabi Isa dapat berbicara yang maknanya adalah“ bahwa ibunya tidak bersalah semua itu terjadi atas kehendak Allah SWT”. Sejak kecil, Isa telah menunjukkan perilaku yang berbeda dibanding anak-anak sebayanya. Ia sangat haus ilmu pengetahuan. Sejak usia 12 tahun ia telah menghabiskan seluruh waktunya untuk menuntut ilmu dan menghadiri pertemuan serta diskusi para ulama di Baitulmakdis.
Nabi Isa Alaihissalam, yang dalam agama Nasrani dikenal dengan nama Yesus Kristus, menerima tugas kenabian pada usia 30 tahun di Bukit Zaitun. Ia segera memproklamasikan kerasulannya pada Bani Israil. Saat itu kehidupan keagamaan Bani Israil sudah jauh menyimpang dari ajaran Nabi Musa Alaihissalam. Bahkan sebagian dari mereka telah murtad. Para pemuka Bani Israil menuntut Isa membuktikan kenabiannya. Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan banyak mukjizat bagi Nabi Isa, diantaranya ;
> Ia dapat berbicara ketika masih baru dilahirkan/ masih bayi
> Ia dapat menghidupkan orang yang sudah mati,
> Ia dapat menyembuhkan sejumlah penyakit,
> Ia dapat menyembuhkan mata orang yang buta sejak lahir,
> Ia dapat membuat burung hidup dari tanah liat, dan memberitahukan kepada orang-orang tentang apa yang mereka makan dan mereka simpan di rumah-rumah mereka.

Mukjizatnya ini ditunjukkan pada Bani Israil, dan dalam waktu relatif singkat, Nabi Isa Alaihissalam berhasil memperoleh banyak pengikut. Selain mukjizat-mukjizat tsb, Allah Subhanahu Wa Ta’ala
juga menganugerahi kitab Injil. Sejumlah keistimewaan Nabi Isa Alaihissalam dikisahkan dalam Al Qur’an surat Ãli-’Imrân: 49-50 dan Al-Mâ’idah: 110.
Kabar tentang akan datangnya Nabi Akhir Zaman Di antara tugas Nabi Isa Alaihissalam adalah
memberitahukan tentang akan datangnya utusan Allah di akhir zaman yang bernama Ahmad, sebagaimana diterangkan dalam Al-Qur’an surat Ash-Shâf: 6.
Dan (ingatlah) ketika ‘Isa putera Maryam berkata: Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad
(Muhammad). Maka tatkala Rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: Ini adalah sihir yang nyata. (QS. 61:6) Isa menyebut nama Muhammad dengan perkataan Paraclet yang berasal dari kata Piracletus dalam bahasa Yunani. Kata ini memang terdapat dalam Injil bahasa Yunani. Dalam bahasa Yunani, Piracletus artinya yang terpuji. Arti ini sama dengan kata bahasa Arab Ahmad (=terpuji) atau Muhammad (=orang yang terpuji).

Pengangkatan Isa ke sisi Allah Subhanahu Wa Ta’ala Nabi Isa Alaihissalam diutus oleh Allah kepada Bani Israil untuk meluruskan akhlak kaum Bani Israil yang telah menyimpang dari ajaran Taurat dan Zabur yang dibawa oleh Nabi Musa Alaihissalam dan Nabi Daud Alaihissalam.
Dalam berdakwah, Nabi Isa Alaihissalam didampingi para sahabatnya yang disebut al-Hawâriyyûn, yang jumlahnya 12 orang, sesuai dengan jumlah suku (sibith) Bani Israil, sehingga masing-masing hawari ini ditugaskan untuk menyampaikan risalah Injil bagi masing-masing suku Bani Israil.
Nama-nama ke-12 hawari itu menurut Injil adalah sebagai berikut:
Simon bin Yunus (alias Petrus), Andreas bin Yunus, Yakub bin Zabdi, Yahya bin Zabdi (alias Yohannes)
Pilipus, Natanael (alias Bartolomius), Thomas, Matius bin Alpius (alias Lewi, pemungut cukai dari
Kapernaum), Yakub bin Alpius, Lebeus (alias Tadius), Simon Zelotes (dari Kanani), Yudas Iskariot
Kisah para sahabat Nabi Isa Alaihissalam ini terdapat dalam surat Al-Ma’idah: 111-115 dan surat Ãli Imrân: 52. Dalam surat tsb diceritakan bahwa al-Hawâriyyûn meminta Nabi Isa Alaihissalam menurunkan makanan dari langit, kemudian Nabi Isa berdoa kepada Allah SWT agar diturunkan makanan dari langit atas permintaan Nabi Isa tersebut Allah mengabulkannya. Nama surat Al-Maidah yang berarti makanan diambil karena mengandung kisah ini. Kejadian turunnya makanan dari langit ini makin menambah ketebalan iman para pengikut Isa Alaihissalam.