Susu telah lama dianggap sebagai makanan pokok sehat dalam makanan kita. Susu kaya akan kalsium penguat tulang, protein pembangun energi, dan banyak nutrisi lain yang meningkatkan kesehatan kita secara keseluruhan. Namun, para peneliti semakin banyak belajar tentang efek yang tidak begitu menguntungkan yang dihasilkan susu komersial terhadap tubuh, terutama pada hormon kita.
Sapi dan ayam diberikan suntikan HGH (human growth hormone) untuk membantu mereka tumbuh serta mengurangi jumlah pakan yang mereka butuhkan sehingga peternak bisa untung. Itu sebabnya susu non-dairy menjadi semakin populer dan kamu tidak perlu khawatir tentang hormon tambahan ini lagi.
Berikut beberapa jenis susu alternatif yang dapat jadi pengganti susu dairy :
1. Susu Kedelai
Susu kedelai berasal dari kedelai sehingga menjadikannya alternatif susu yang baik dan rendah kalori. Namun, sebagian besar kedelai yang diproduksi masih berasal dari tanaman yang dimodifikasi secara genetik. Ini berarti kita masih rentan terhadap efek hormonal, kecuali kita minum susu kedelai nontransgenik. Selain itu, peneliti masih belum mengetahui apakah susu kedelai memengaruhi hormon tiroid atau tidak.
2. Susu Bebas Laktosa
Terlepas dari kenyataan bahwa susu bebas laktosa tidak mengandung gula yang secara alami terdapat dalam susu, susu ini masih dapat mengandung hormon, gula tambahan, pengawet, dan antibiotik. Satu-satunya perbedaannya ialah protein laktosa (gula alami yang ditemukan dalam produk susu) dikeluarkan dari susu sehingga mereka yang tidak toleran terhadap protein laktosa (lactose intolerant) dapat dengan aman mengonsumsinya.
3. Susu Almond
Susu almond cukup sederhana karena berasal dari kacang almond yang direndam. Susu ini juga bebas hormon dan tanpa pemanis. Susu ini mengandung lebih sedikit lemak jenuh dan kalori daripada susu hewani sehingga bisa jadi pilihan yang lebih aman dalam konteks gangguan hormonal. Namun, mereka yang alergi kacang atau sensitif harus berhati-hati dalam mengonsumsi susu almond.
4. Susu Mede
Susu mede yang berasal dari kacang mede memberikan manfaat yang sama (secara keseluruhan berisiko rendah). Namun, bagi yang alergi dengan kacang, terutama kacang mede, harus berhati-hati untuk tidak mengonsumsi susu ini terlalu banyak, bahkan sebaiknya tidak sama sekali.
5. Santan
Meski santan tidak mengandung hormon tambahan dan dapat menjadi alternatif susu yang baik, santan dan produk kelapa memiliki lemak jenuh yang lebih tinggi dan dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan kolesterol jika dikonsumsi berlebihan. Mereka yang alergi terhadap kacang biasanya dapat menoleransi santan. Ada beberapa bukti bahwa makanan yang berasal dari kelapa dapat membantu melindungi tubuh dari virus dan infeksi.
6. Susu Oat atau Gandum
Susu gandum berasal dari biji-bijian gandum utuh dan diolah dengan cara yang mirip dengan susu almond atau jambu mete. Ini merupakan susu non-dairy yang aman bagi mereka yang tidak toleran laktosa, vegan, atau alergi kacang. Namun, mengonsumsi susu gandum bisa menimbulkan masalah bagi mereka yang alergi gluten atau sensitif. HGH (human growth hormone) bertanggung jawab untuk peningkatan faktor pertumbuhan seperti insulin (IGF-1) yang secara langsung berhubungan dengan kanker prostat, usus besar, dan payudara.
Setiap makanan dan minuman memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Sebaiknya, sesuaikan dengan kondisi kesehatan kita sendiri agar kondisi tubuh tetap prima dan terjaga.
(Sumber : https://www.idntimes.com/)
Arsip Konsultasi