Makanan Penambah Darah
Diposting oleh Admin pada Sel, 23/02/2021 10:53 WIB


 

Penurunan sel darah merah dalam tubuh umumnya disebabkan oleh kekurangan zat besi. Dengan berkurangnya zat besi, tubuh Anda tidak dapat memproduksi cukup hemoglobin, yaitu zat dalam sel darah merah yang berperan membawa oksigen ke jaringan tubuh. Oleh karenanya, kekurangan zat besi dapat menyebabkan Anda merasa lemas dan mudah lelah.

Oleh karenanya, agar tubuh tidak kekurangan darah, biasakan untuk mengonsumsi makanan penambah darah yang kaya zat besi. Berikut beberapa kelompok makanan yang dapat menjadi penambah darah tubuh :

1. Daging merah

Daging merah, seperti daging sapi dan daging kambing, adalah sumber zat besi heme. Daging merah merupakan makanan penambah darah yang paling mudah ditemui. Dalam 100 gram daging merah terkandung 2,7 mg zat besi. Ini sudah memenuhi 15% asupan harian yang disarankan.

2. Jeroan

Organ dalam hewan seperti hati, ginjal, otak dan jantung, mengandung zat besi yang tinggi. Bahkan 100 gram hati sapi mengandung 6,5 mg zat besi yang sudah memenuhi 36% asupan harian yang disarankan.

3. Daging unggas

Mengonsumsi 100 gram daging unggas, seperti ayam, sudah memenuhi 13% asupan harian zat besi yang disarankan. Selain ayam, makanan penambah darah dari golongan daging unggas adalah daging bebek.

4. Seafood atau boga bahari

Seafood, terutama kerang dan tiram, kaya akan zat besi. Bahkan dalam 100 gram kerang terdapat 28 mg zat besi, yang bisa memenuhi 155% dari asupan zat besi harian yang disarankan. Namun, kandungan zat besi dari kerang-kerangan sangat bervariasi, ada yang tinggi dan ada juga yang jauh lebih rendah.

5. Sereal

Pilih sereal yang sudah diberi kandungan tambahan zat besi sebagai makanan penambah darah Anda.

6. Sayuran berwarna hijau gelap

Sayuran hijau, seperti bayam dan brokoli, merupakan sumber zat besi yang baik. Namun disarankan untuk memasak bayam terlebih dahulu untuk mendapatkan manfaat zat besi yang maksimal. Dengan dimasak, zat besi akan lebih mudah terserap oleh tubuh.

7. Kacang-kacangan, polong-polongan, dan biji-bijian

Contohnya kacang arab, kacang kedelai, kacang hitam, biji wijen, dan biji labu.

 

 

 

(Sumber : https://www.alodokter.com/, Ditinjau oleh: dr. Kevin Adrian)